Adat Cuci Negeri Soya, Tradisi Yang Dijaga Hingga Kini

Ambon,PPID – Acara Adat Cuci Negeri Soya, merupakan mozaik budaya Negeri Soya yang masih terjaga hingga saat ini. Setelah beberapa hari sebelumnya Masyarakat Negeri Soya melakukan pembersihan lingkungan Negeri, Jumat (14/12), merupakan Upacara Adat Cuci Negeri Soya yang dipimpin langsung oleh Upulatu (Raja) Soya, John L. Rehatta yang berlangsung di Baileo Samasuru-Negeri Soya.

Cuci Negeri Soya setiap tahunnya dilaksanakan pada minggu kedua bulan Desember, dengan serangkaian acara adat lainnya, diantaranya Pembersihan Negeri, Naik ke Gunung Sirimau, Upacara Adat Cuci Negeri, Cuci Air (Wai Werhalouw dan Unuwei) dan Masuk Kain Gandong.

Upulatu Soya dalam petuahnya menyampaikan, Adat Cuci Negeri merupakan Tradisi Masyarakat Negeri Soya yang harus terus dilestarikan. Merupakan tradisi yang sudah berlangsung dari tempo dulu hingga kini dan kepada generasi berikutnya.

Upacara Cuci Negeri selain untuk membersihkan Negeri juga berarti menyucikan diri dari perasaan perseteruan, kedengkian, curiga-mencurigai (Simbolnya pada : turun mencuci tangan, kaki, dan muka di air Wai Werhalouw dan Unuwei).

Sehingga, pada Acara Cuci Negeri tersebut, Upulatu Soya juga meminta kepada Masyarakat Negeri Soya untuk membersihkan hati dalam membangun Negeri.

“Pada momen Adat Cuci Negeri ini, saya selaku Upulatu Soya mengajak Masyarakat Soya untuk bersihkan hati, jalan dengan lurus untuk memutuskan segala sesuatu yang baik demi membangun Negeri ini kedepan,” Ungkap Raja Soya.

Dalam Adat tersebut, Upulatu Soya juga mengukuhkan Mouritz M. Huwaa sebagai Kepala Soa Adat Negeri Soya.

Adat Cuci Negeri Soya sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2015 silam oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan.

Untuk diketahui, Adat Cuci Negeri bukan hanya berdasar kepada warisan secara turun temurun, melainkan juga dengan maksud untuk memelihara dan menghidupkan nilai-nilai positif yang diyakini oleh masyarakat agar selalu diingat oleh generasi yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Richo Hayat kepada Tim Media Center mengatakan, Adat Cuci Negeri Soya merupakan tradisi budaya yang perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Ambon.

“Tahun 2019, Adat Cuci Negeri Soya akan masuk kalender event Pariwisata Kota Ambon, dan pada tahun 2020, Pemerintah Kota akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar tradisi Cuci Negeri Soya dimasukkan dalam kalender event Nasional ,” Terang Kadis. -MCAmbon, MP-.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *