AMBON,PPID -Pada Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kota Ambon, Wali Kota turut mencanangkan “Gerakan Tambahan” yakni Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman, Gerakan Tanam Gadihu (GERTAK) serta Gerakan Bersama Rawat Alam Kota (GEBRAK)Gerakan Tambahan merupakan akronim dari Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman.
Dalam sambutannya, Wali Kota menjelaskan bahwa gerakan ini selaras dengan gerakan nasional Indonesia ASRI dan menjadi identitas gerakan lingkungan di Kota Ambon.
“Sebagaimana gerakan nasional Indonesia ASRI, maka di Kota Ambon saya tetapkan gerakan tambahan. TAM itu Kota Ambon, B bersih, A asri, H hijau, dan N nyaman,” ujarnya di Negeri Rutong, Sabtu (28/2/26)

Konsep “bersih” diwujudkan dengan disiplin membuang dan mengelola sampah, sementara “asri” didorong melalui penanaman gadihu sebagai tanaman endemik Maluku yang dinilai lebih cocok dengan kondisi alam Ambon.
“Saya ingin Kota Ambon ini dipenuhi dengan gadihu. Kita tidak bisa beli tanaman dari Pulau Jawa lalu tanam di Ambon karena banyak yang mati. Tapi gadihu mampu bertahan hidup, karena itu tanaman endemik Kota Ambon Maluku,” katanya.
Untuk mewujudkan unsur “hijau”, Pemerintah Kota Ambon melalui gerakan GEBRAK (Gerakan Bersama Rawat Alam Kota) menargetkan penanaman 5.000 pohon produktif seperti rambutan dan mangga yang akan dibagikan ke desa, negeri, dan kelurahan.“Kita akan cari bibit rambutan, mangga dan pohon berbuah lainnya untuk dibagikan ke desa, negeri, dan kelurahan. Supaya hijau itu benar-benar terpenuhi,” tegasnya.
Dengan lingkungan yang bersih, asri, dan hijau, kenyamanan kota diyakini akan tercipta dengan sendirinya.
“Bersih itu tanggung jawab kita bersama. Asri, kita tanam gadihu sebagai tanaman endemik Maluku. Hijau, kita tanam 5.000 pohon seperti rambutan dan mangga. Kalau sudah bersih, asri, hijau, pasti nyaman,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon dalam laporannya menyampaikan bahwa HPSN bukan sekadar agenda tahunan, tetapi pengingat moral bagi semua pihak.
“Sampah adalah bagian dari kehidupan kita, tetapi tidak boleh kita wariskan kepada anak cucu. Yang harus kita wariskan adalah lingkungan yang bersih dan bebas sampah,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian HPSN 2026 telah diawali dengan kerja bakti massal pada 18 Februari yang melibatkan seluruh OPD bersama desa dan kelurahan dan berhasil mengangkut kurang lebih 10 ton sampah.

Pada puncak acara, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mulai dari pencanangan Gerakan Tambahan, pemberian penghargaan kepada pahlawan kebersihan, lomba kebersihan antar lingkungan, talk show “Arika Kalesang Negeri”, pameran UMKM, hingga pemeriksaan kesehatan gratis dan field trip wisata sagu.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi warisan yang baik bagi generasi mendatang. Jangan hanya bercerita tentang mimpi, tapi tunjukkan melalui tindakan nyata,” pungkasnya. (MCAMBON/MT)
